Wednesday, February 9, 2011

BIOLOGI BAB: Mahluk Hidup

MAKHLUK HIDUP

A. ALAM BIOTIK
Meliputi hal-hal yang berkaitan dengan makhluk hidup, misalnya metamorfosis serangga, fotosintesis, penyerbukan, pertumbuhan makhluk hidup, dan lain-lain.
Contoh gejala alam biotik
antara lain sebagai berikut:
• Tumbuh dan berkembang
• Gerak
• Bernapas
• Bertambah banyak karena mampu berkembang biak
• Peka terhadap rangsang

B. ALAM BIOTIK
Gejala alam abiotik berkaitan dengan sifat fisik dan kimia di luar makhluk hidup. Beberapa karakteristik atau sifat gejala alam abiotik antara lain sebagai berikut:
• Wujud
• Bau
• Bentuk
• Rasa
• Warna
• Tekstur

C. MELAKUKAN EKSPERIMEN
Langkah-langkah metode ilmiah adalah sebagai berikut:
• Merumuskan Masalah
• Menyusun Hipotesis
• Melaksanakan Penelitian Ilmiah
• Mengumpulkan Data dari Hasil Penelitian
• Mengolah dan Menganalisis Data
• Membuat Kesimpulan

D. LAPORAN PENELITIAN
• Halaman Judul Penelitian
Pada halaman judul penelitian biasanya berisi judul penelitian, nama peneliti, kelas, sekolah, alamat sekolah, serta tahun pembuatan laporan penelitian.
• Pendahuluan
Pada pendahuluan biasanya terdapat latar belakang penelitian dan gagasan yang dibuat beserta hipotesisnya.
• Tujuan Penelitian
Pada bagian ini berisi tujuan penelitian yang kamu lakukan.
• Alat dan Bahan
Pada bagian ini berisi alat dan bahan kimia yang digunakan.
• Langkah Kerja
Berisi penjelasan dan langkah-langkah penelitian yang dilakukan.
• Hasil Penelitian dan Pembahasan
Berisi hasil penelitian dan penjelasan dari hasil penelitian yang kamu lakukan.
• Kesimpulan Berisi kesimpulan yang kamu dapatkan dari hasil percobaan.
• Daftar Pustaka
Berisi referensi yang mendukung penelitian yang di lakukan.

E. BAHAN BAHAN KIMIA YANG BERBAHAYA
Bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi manusia, antara lain:
a. Aluminium sulfat (AlSO4)
Berbentuk kristal berwarna putih, larut dalam air. Aluminium sulfat digunakan sebagai pengganti tawas.
b. Amoniak pekat (NH4OH)
Larutan pekat gas amoniak dalam air, jika terkena kulit dan mata dapat menyebabkan iritasi. Dalam wujud uap dapat mengganggu alat pernafasan. Amoniak pekat jika tertelan sangat berbahya.
c. Asam sulfat (H2SO4)
Asam sulfat merupakan zat cair tak berwarna, beracun dan sangat korosif. Asam sulfat dapat menimbulkan luka bakar pada kulit, mata, dan dapat merusak pakaian.
d. Asam klorida (HCl)
Asam klorida merupakan zat cair, bersifat racun,korosif, dan dalam wujud uap dapat merusak kulit, mata, dan alat pernafasan.
e. Etanol (C2H5OH)
Etanol sering disebut alkohol. Etanol mempunyai sifat mudah terbakar dan digunakan se-bagai pelarut.
f. Formalin 40% (CH2O)
Formalin bersifat racun, baik berwujud cair maupun gas. Formalin digunakan untuk membunuh hama.
g. Klorofrom (CHCl3)
Kloroform merupakan zat cair tak berwarna dan bersifat beracun. Kloroform digunakan sebagai obat bius dalam laboratorium.
h. Metilin Biru
Metilin berwujud zat padat berwarna biru tua. Bahan kimia ini digunakan sebagai
pewarnaan inti sel.
i. Natrium hidroksida (NaOH)
Natrium hidroksida merupakan zat padat berwarna putih, mudah menyerap uap air, udara, bersifat racun dan korosif. Natrium hidroksida termasuk bahan berbahaya yang dapat menyebabkan luka bakar pada kulit dan mata.
j. Kobalt klorida (CoCl6H2O)
Kobalt klorida merupakan zat padat, kristal berwarna merah, sangat mudah menyerap air, dan dapat mengikat uap air. Kobalt klorida digunakan untuk menguji kelembaban udara
k. Natrium Klorida (NaCl)
Natrium klorida merupakan zat padat berwarna putih, berbentuk kristal. Natrium klorida disebut juga garam dapur.

F. KEGUNAAN ALAT-ALAT DI LABORATURIUM
a. Tabung reaksi, digunakan untuk mereaksikan zat kimia.
b. Rak tabung reaksi, digunakan untuk menyimpan/meletakkan tabung reaksi ketika sedang digunakan.
c. Gelas kimia, digunakan untuk membuat larutan dan sebagai wadah larutan.
d. Labu erlenmeyer, mulut tabung didesain lebih kecil dari bagian bawah, sehingga cocok digunakan untuk menampung larutan atau bahan kimia yang dikhawa-tirkan dapat tumpah ketika dikocok.
e. Corong kaca, digunakan untuk membantu memasukkan larutan ke dalam suatu wadah.
Pada corong sering ditambahkan kertas saring, sehingga dapat digunakan untuk menyaring campuran tertentu.
f. Kaki tiga, digunakan sebagai dudukan/penyangga gelas kimia yang dipanaskan.
g. Kawat kasa, digunakan sebagai pembatas antara api dan gelas kimia yang dipanas
h. Pipet tetes, digunakan untuk mengambil larutan dan meneteskan larutan dalam jumlah tertentu.
i. Batang pengaduk, digunakan untuk menga-duk suatu zat yang dilarutkan dalam cairan.
j. Labu ukur, digunakan untuk menakar suatu larutan atau bahan kimia dengan volume tertentu sesuai dengan volume labu ukur. De-ngan demikian terdapat labu ukur dengan berbagai volume, misalnya 50 ml, 100 ml, 250 ml, dan sebagainya.
k. Gelas ukur, digunakan untuk mengukur vo-lume suatu larutan kimia.
l. Termometer, digunakan untuk mengukur suhu.
m. Pembakar spiritus, digunakan sebagai sumber api untuk memanaskan larutan atau bahan kimia. Berhati-hatilah ketika memanaskan berbagai bahan kimia.

No comments:

Post a Comment